Belajar Dari Tubuh #Bag.2; “Memaknai Berak”

Setelah kita mengambil makna dari kegiatan sehari-hari kita yang sering kita ingkari kenikmatannya, yaitu mengunyah makanan, kini saya ingin membahas lebih liar dan mungkin juga sedikit menjijikkan namun mengandung makna yang sangat mendalam yaitu “Berak”.

Saya sangat menyukai kegiatan sehari-hari yang satu ini. Mungkin bisa dikatakan kegiatan ini adalah salah satu “Me Time” favorit saya. Ya, banyak pelajaran yang dapat kita petik dari kegiatan sehari-hari ini. Bagi saya, waktu yang sangat khidmat untuk merenung adalah saat jongkok di atas kakus sambil menikmati sebatang rokok. Ide-ide seakan mengalir di atas sana (Re: di atas kakus). Seingat saya “ritual” ini juga sering dilakukan oleh sepupu saya sewaktu dia masih kuliah di Unair, Surabaya. Dia sering belajar, membawa buku saat buang air besar, hanya saja dia tidak merokok. Dan setau saya nilai IPK nya sangat bagus, ya meskipun saya tidak berani menjamin itu semua “hanya” karena berak.

Soal “Me Time” tentu berbeda-beda setiap orang. Dan saya tidak ingin menyarankan anda mengikuti kegemaran saya merenung di atas kakus tersebut. Saya hanya ingin mengajak anda merenungkan makna dari kegiatan yang menjijikkan tersebut menjadi hal yang sangat bernilai dalam kehidupan anda.

Sebelum kita melanjutkan, saya ingin bertanya kepada anda; Apakah anda selalu memperhatikan kotoran yang anda keluarkan saat buang air besar dan mengingat-ingatnya sepanjang hari, bahkan anda masih mengingat-ingatnya saat anda sedang makan siang? Tentu tidak, bukan?! Sama, saya pun tidak ingin mengingat wujudnya. Itulah mengapa saya suka merenung hal-hal lain saat buang air besar, agar saya tidak mengingat wujud kotoran yang telah saya siram di kloset.

Buang air besar adalah pembersihan diri, proses metabolisme alami dari tubuh kita untuk membuang sesuatu yang tidak berguna, sisa-sisa sari pati makanan untuk menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Sama halnya dengan buang air besar, jika harta yang kita peroleh dengan kerja keras adalah makanan, maka sedekah adalah cara kita buang air besar, cara kita sebagai umat manusia untuk mensucikan dan membarokahi kerja keras kita. Lalu kenapa saya mengaitkannya dengan buang air besar, bukankah hal tersebut menjijikkan? Aakah hal tersebut tidak terlalu kasar, karena ibaratnya kita menyedekahkan “tai” kepada fakir miskin?

Jangan tergesa-gesa menyimpulkannya. Bukankah kita telah belajar Mengunyah sebelumnya.

Bayangkan jika pada saat bersedekah kita mengibaratkannya sedang buang hajat, sedangkan buang hajat itu menjijikkan, apalagi membayangkan bentuk kotoran yang kita keluarkan wujudnya tidak karuhan dan baunya, Masya Allah… Bayangakan harta yang kita sedekahkan itu seperti kotoran yang menjijikkan, tentu kita tidak ingin mengingatnya dikemudian hari. Apalagi membicarakannya dengan teman anda. Menjijikkan!! Saya kadang heran dengan beberapa tradisi di suatu daerah (saya tidak ingin menyebut nama daerah tersebut) yang selalu mengumumkan sedekah mereka di masjid dengan pengeras suara sewaktu hari raya kurban. “Pak Joni (nama samaran) berkurban 1 ekor Kerbau”…dan seterusnya. Saya merasa geli jika membayangkan sedekah tersebut ditukar dengan kotoran, “Pak Joni (sekali lagi ini bukan nama sebenarnya) berkurban 1 Batang Tai….” lalu dilanjutkan “…Yang masih hangat-hangat kuku”. Idih…

Memamerkan sedekah adalah Ria. Dan ria itu tidak baik. Ria itu menjijikkan. Ria itu seperti ketika kita buang air besar lalu kita membicarakan kotoran kita di meja makan bersama kerabat kita. Belajarlah ikhlas seperti ketika anda buang kotoran. Satu lagi, anda akan kesulitan buang air besar jika anda tidak merasa rilex, bukan. Ikhlas itu rilex. 🙂

Gresik, Mei 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s