Benci Kesombongan Demi Kesombongan

CUMBU LALER QUOTESMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata “Sombong” adalah menghargai diri secara berlebihan. Pada umumnya setiap manusia memiliki sifat bangga terhadap diri sendiri (kebanyakan seperti itu, kecuali orang yang putus asa atau pesimis). Setiap orang pasti memiliki kebanggaan masing-masing yang berpotensi mendapat predikat sombong. Hanya saja ada beberapa yang terus terang diungkapkan, sebagian lagi diungkapkan diam-diam atau malu-malu atau tidak secara langsung. Beberapa diantaranya lagi, sombong atas dasar penilaian subjektif. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam panca indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi, lagi dan lagi. Hal inilah yang membuat kita ingin sombong.

Kata “sombong” pada umumnya tidak disukai oleh siapapun, baik bagi “pelaku” maupun “penilai”. Hal ini yang terus terang membuat penulis bingung. Beberapa orang merasa bangga dengan pujian atas apa yang telah ia raih dan dengan sadar maupun tidak sering memamerkan keberhasilannya tersebut, namun ia tidak suka jika ada yang mengatakan ia sombong. Di sisi lain “si penilai” tidak suka melihat keberhasilan atau kebanggaan orang lain, maka ia menilai seseorang itu sombong. Ya, bisa dikatakan penilaian subjektif tersebut terbentuk dari rasa iri atas keberhasilan/ kebanggaan orang lain.

Nah, penilaian atas dasar iri ini biasanya terlahir karena keinginan untuk mengalahkan kebanggan yang telah diraih oleh seseorang yang dinilainya sombong. Hmmm, mbuletisasi. Contohnya gini lo: “X menilai Y itu orang yang sombong karena memiliki mobil mewah, nah secara tidak langsung X ini padahal juga ingin memiliki mobil mewah seperti yang dimiliki Y, andai ia mampu membelinya, bahkan kalalu bisa lebih mewah dari yang dimiliki Y.”

Sederhananya, jika kata “mobil mewah” diganti dengan kata “sombong” maka yang terjadi adalah X tidak suka melihat Ysombong” karena X sendiri ingin “Sombong”, bahkan kalau bisa dia punya sesuat yang “lebih sombong” dari “sombongnyaY.

Tambah mbulet? Pikiren dewe maneh. Hehehe

Intinya ya, untuk apa menilai orang lain sombong dengan keberhasilannya jika kita sendiri juga kepingin punya keberhasilan, bahkan kalau bisa kita kepingin lebih berhasil daripada orang lain. Jangan sampai hal ini membuat kita membenci keberhasilan orang lain, apalagi menghalangi keberhasilan orang lain demi keberhasilan diri sendiri. Jangan sampai kita mengatakan orang lain sombong padahal kita sendiri kepingin bisa sombong.

Keberhasilan bukan soal kelebihan atau kekurangan. Keberhasilan bukan soal kemenangan. Keberhasilan bukan alat perbandingan.

Tuban, Mei 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s