Mengenal Kamera Analog 35mm SLR dan Rangefinder

Sebelum membahas tentang jenis-jenis kamera analog, penulis ingin mengajak para pembaca untuk berdoa agar segala ujian yang terjadi di Indonesia ini segera berakhir. Khususnya pandemi Corona atau Covid-19 ini, amin. Stay home, save lives.

Kamera analog belakangan ini semakin banyak penggemarnya. Tak hanya di kalangan remaja, namun juga banyak dari fotografer profesional yang menggunakan kamera analog sebagai “senjata” mereka. Sebut saja di antaranya Carol Kuntjoro, Gading Marten, hingga dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE atau biasa disebut Tompi. Gear atau kamera yang mereka gunakan pun beraneka ragam, dari yang 35mm hingga medium format, dari yang harga jutaan hingga yang berharga puluhan juta Rupiah.

Jenis-jenis kamera analog sendiri bisa dibedakan menjadi 3 kelompok besar yaitu: 35mm atau juga disebut 135mm, Medium Format yang biasa menggunakan film 120mm dan yang ke tiga adalah jenis Large Format yang menggunakan film super besar.

Mengingat banyaknya jenis-jenis kamera analog, dalam kesempatan kali ini penulis hanya ingin membahas sedikit tentang Kamera Analog 35mm. Jika ada kesempatan di lain waktu, insha Alloh akan dibahas lebih lanjut tentang jenis-jenis kamera analog yang lain.

Kamera Analog 35mm

Kamera 35mm adalah kamera analog yang menggunakan format film kecil atau sekitar 24mm×35mm dalam setiap frame pengambilan gambarnya. Film format 35mm berawal dari film bergerak yang dipakai pertama kali akhir tahun 1800-an dan awal 1900-an dan masih dipakai sampai sekarang. Tapi format 35mm untuk foto sebenarnya berawal tahun 1934, saat peluncuran kamera buatan Jerman Kodak Retina I tipe 117. Istilah 135 sendiri digunakan Kodak untuk film yang diperuntukkan bagi kamera dengan sistem 35mm. Sistem kamera 35mm adalah yang paling banyak digunakan dan dikenal saat ini. Kamera dengan Format 35mm sendiri dibagi menjadi 2, yaitu SLR dan RangeFinder.

1. Kamera SLR

SLR adalah singkatan dari Single Lens Reflects (kamera dengan refleksi lensa tunggal) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik atau biasa disebut Viewfinder. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film.

Kamera analog SLR yang ada di pasaran antara lain Nikon F series, Nikon FM2n yang hingga saat ini masih menjadi idola di kalangan penggiat kamera analog, Pentax K-1000, Canon QL-b, Canon AE-1 Program dan lain-lain.

2. Kamera Rangefinder

Berbeda dengan kamera SLR, kamera Rangefinder menggunakan dua buah alat atau lensa untuk menyatukan gambar yang kita lihat. Jadi dengan kamera Rangefinder, fotografer memfokuskan objek dengan cara menyatukan objek dari lensa Viewfinder dan dari lensa utama. Objek dikatakan fokus ketika dua objek yang terlihat dari lensa Viewfinder dan lensa utama terlihat menyatu.

A. Beam Splitter (kaca semi-transparan)
B. Jendela pengumpulan cahaya
C. Proyeksi Framelines/unit kompnesasi parallax
D. Proyeksi Framelines (kaca semi-transparan)

E. Pentaprisma/cermin rangefinder
F. Viewfinder
G. Frame viewfinder
H. Objek gambar statis
I. Objek gambar kedu/sekunder

Beam splitter (A) dan pentaprisma/cermin rangefinder (E) membentuk dua gambar di dalam viewfinder – objek gambar statis (H) (melalui cermin beam splitter) dan objek gambar kedua (I) (melalui pentaprisma/cermin rangefinder). Lensa pada kamera RF sangat terikat dengan pentaprism/cermin rangefinder (E) melalui moving cam yang ada di dasar lensa. Oleh karena itu ketika fotografer memutar fokus, fotografer akan melihat gambar sekunder bergerak melintasi viewfinder. Kemudian setelah gambar statis dan gambar sekunder kedua bertemu, fotografer telah menemukan fokus pada kamera Rangefinder.

Kamera Rangefinder yang ada di pasaran antara lain; Leica M6, Zeiss Ikon, Agfa Optima, Ricoh 500GX, Yashica MG1 dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jika anda berminat mencoba kamera analog, anda bisa membelinya di toko loak atau toko barang-barang antik di kota anda. Anda juga bisa mencarinya di Facebook Forum Jual Beli Kamera Analog (Film) dengan harga yang cukup variatif dari yang Rp.200.000,- hingga harga puluhan juta Rupiah juga ada, tergantung dari merk, jenis, kondisi dan kelangkaannya atau jenis-jenis kamera yang memiliki nilai sejarah tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s