Benci Kesombongan Demi Kesombongan

Tak perlu membenci kesombongan demi memenangkan kesombongan ~ Cumbu Laler

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata “Sombong” adalah menghargai diri secara berlebihan. Pada umumnya setiap manusia memiliki sifat bangga terhadap diri sendiri (kebanyakan seperti itu, kecuali orang yang putus asa atau pesimis). Setiap orang pasti memiliki kebanggaan masing-masing yang berpotensi mendapat predikat sombong. Hanya saja ada beberapa yang terus terang diungkapkan, sebagian lagi diungkapkan diam-diam atau malu-malu atau tidak secara langsung.

Belajar Dari Tubuh #Bag.3; Waktu yang Tepat untuk “Ngaceng”

PERINGATAN! Sebelum anda melanjutkan membaca artikel ini sebaiknya anda membaca “Belajar Dari Tubuh #Bag.1. Jika anda masih belum cukup dewasa untuk membacanya, lebih baik enyahlah dari laman ini! Ini bukan laman untuk orang cabul. Artikel ini sebenarnya ingin saya beri tajuk “Belajar dari Kontol”, namun rasanya terlalu kasar meskipun maksud yang ingin saya sampaikan tidaklah…

Belajar Dari Tubuh #Bag.2; “Memaknai Berak”

Setelah kita mengambil makna dari kegiatan sehari-hari kita yang sering kita ingkari kenikmatannya, yaitu mengunyah makanan, kini saya ingin membahas lebih liar dan mungkin juga sedikit menjijikkan namun mengandung makna yang sangat mendalam yaitu “Berak”. Saya sangat menyukai kegiatan sehari-hari yang satu ini. Mungkin bisa dikatakan kegiatan ini adalah salah satu “Me Time” favorit saya.…

Belajar Dari Tubuh #Bag.1; Makna Di Balik “Mengunyah”

Nabi mengajarkan agar mengunyah makanan minimal 33 kali sebelum ditelan. Sebagaimana sabdanya, ’’Saya mengunyah setiap suap makanan 30-50 kali, sehingga menjadi lembek dan melalui kerongkongan tanpa kesulitan. Bahkan, pada makanan yang sulit dicerna dengan baik, saya kunyah sampai 70-75 kali.’’ Jika tidak dikunyah dengan baik, sebagian makanan itu akan terbuang tanpa terserap dan terjadilah pembusukan…

Memahami Cinta

“Cintaku sekonyong-konyong koder karo koe, cah ayu sing dodol lemper, paribasan durung demok wani panjer”. Penggalan lagu ciptaan Didi Kempot di atas berarti: Cintaku datang tiba-tiba kepadamu, gadis cantik, seperti peri bahasa yang mengatakan belum menyentuh (kartu) sudah berani memasang taruhan (dalam permainan judi). Seperti demikian kiranya gambaran tentang cinta buta. Cinta yang asal seruduk…

Surga atau Neraka Terserah Anda

“Payung diciptakan untuk melindungi manusia dari panas dan hujan, namun tidak sedikit yang suka bermain hujan atau berjemur” (Cumbu Laler). Tidak bisa dipungkiri saya sendiri suka bermain hujan di ujung musim kemarau. Bagi saya bermain hujan itu sangat menyenangkan meskipun hal tersebut dianggap konyol oleh beberapa orang yang melihat saya sambil menahan dingin di bawah…

Sudut Pandang Kebenaran

“Sudut pandang tak selalu membenarkan kebenaran namun, kebenaran tak pandang sudut pandang” (Cumbu Laler – #watukali). Konsep tentang keesaan, konsep tentang kebahagiaan, konsep tentang cinta sejati, dan berjuta konsep lainnya tak bisa terlepas dari penilaian sudut pandang. Seperti halnya dengan konsep keesaan yang tersirat dalam #watukali oleh Cumbu Laler sebelumnya bahwa, “Sejumput pasir hitam yang…

MATEMATIKA ESA; Pondasi Transendensi, Menggugat Praktik Mutilasi Tuhan

“Sejumput pasir hitam yang dicampur dengan sejumput pasir putih tidak akan berubah menjadi pasir abu-abu” (Cumbu Laler – #watukali). Berbicara tentang keesaan Allah harus jumpa lagi dengan apa yang telah terungkap tentang kejadian semesta sebagai ciptaan-Nya yang nyata sekali kebenarannya, yaitu tentang konstruksinya yang amat baik, indah dan megah. Pengertian esa merupakan pusat bagi seluruh…

Tanpa adanya spasi, betapa kacaunya sebuah kalimat

Banyak dari kita yang mengabaikan hal-hal sepele, atau hal-hal yang dianggap “kosong”. Terlebih orang yang meninggikan logika perwujudannya, bahwa sesuatu yang tak kasat mata itu dikatakan sebagai “tidak ada”. Padahal, sesuatu yang tak nampak itu sesungguhnya memiliki peran yang sangat besar terhadap sesuatu yang wujud. Hanya saja dia tak nampak (wujudnya tak kasat mata), bukan…

Adam (manusia) memiliki dua sifat, yaitu sifat baik dan buruk. Dan dunia adalah tempat untuk memisahkan keduanya

Adam (manusia) memiliki dua sifat, yaitu sifat baik dan buruk. Dan dunia adalah tempat untuk memisahkan keduanya. Seperti ayat watukali sebelumnya, sebelumnya Adam dimuliakan oleh Allah untuk tinggal di syurga. Namun karena kelalaiannya melanggar larangan Allah dengan memakan buah kuldi, akirnya manusia dihukum oleh Allah SWT untuk hidup di dunia dengan penuh penderitaan. Allah SWT…